OEE (Overall Equipment
Effectiveness) adalah metode pengukuran yang berfungsi untuk mengetahui
efektifitas penggunaan dan pemanfaatan mesin, peralatan, waktu serta material
dalam sebuah sistem operasi di lantai produksi. OEE akan mendefinisikan secara
langsung perbedaan antara performa aktual (status operasi dan produksi yang
saat ini tengah berjalan) dan performa ideal (target yang harus dicapai). OEE
akan mengualifikasi tingkat kualitas dari performa unit manufaktur, berhubungan
dengan kapasitas mesin selama periode produksi yang telah dijadwalkan.
OEE adalah alat ukur yang digunakan dalam TPM,
dimana pengukuran dilakukan secara menyeluruh berdasarkan kerugian yang
diperoleh karena adanya six big losses. Dalam Pengukuran OEE digunakan 3
paramater utama yaitu Availability> 90%, Performance efficiency>95
%, Quality rate product> 99%. Penelitian di seluruh dunia
menunjukkan bahwa tingkat rata-rata OEE di pabrik manufaktur adalah 60%. OEE
kelas dunia dianggap 85% atau lebih baik
Perhitungan nilai OEE dibagi menjadi dalam 3
variable ; Availability rate, Performance rate, dan Quality rate.
1. Availability
availability merupakan rasio dari operation
time, dengan mengeliminasi downtime peralatan, terhadap loading
time.
2. Performance
Performance ratio merupakan suatu ratio yang
menggambarkan kemampuan dari peralatan dalam menghasilkan barang. Rasio ini
merupakan hasil dari operating speed rate dan net operating rate.
3. Quality
Quality ratio merupakan suatu rasio yang
menggambarkan kemampuan peralatan dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan
standar.
Perhitungan OEE
Rumus yang digunakan dalam menghitung OEE
adalah Sebagai Berikut :
Overall Effectiveness :
Availability x Performance x Quality
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon